Setiaporang diwajibkan untuk mencari ilmu, mencari ilmu tidak ada batasan bagi setiap orang maksudnya yaitu dari liang lahat sampai liang luhur itu ilmu sangat penting bagi kehidupan kita di dunia dan akhirat. Orang yang sadar dengan dirinya bodoh, ia akan berusaha meraih ilmunya tersebut baik ilmu agama maupun yang lainnya. Artinya โ€œTuntutlah ilmu mulai dari buaian sampai liang lahat.โ€ Selanjutnya dijelaskan oleh Rasulullah bahwa para malaikat membentangkan sayap-sayapnya kepada orang-orang yang menuntut ilmu karena senangnya. CarilahIlmu Sampai Ke Liang Lahat Dan Jangan Kau Coba2 Mncari Duit Dengan Cara Mnjual Ayat MasyarakatMuslim di Zaman Keemasan Islam pada Tahun 500-an sampai 1400-an tidak sombong dan tidak memperlekehkan bangsa-bangsa lain. Mereka suka mencari ilmu. Mereka berprinsip, โ€œCarilah ilmu sejak dari buaian ibu sampai ke liang lahat.โ€ Mereka begitu murni dan sungguh-sungguh mencari ilmu. ContohKeilmuan ke dua yang diperlihatkan tupanritataโ€™, Syekh Yusuf Al Makassari adalah ketika beliau hendak ke Banten untuk melakukan safari atau perjalanan ke Makkah dan Madinah menuntut ilmu, yaitu pada saat juru masak di atas kapal kehilangan alat yang diperlukan untuk memasak, karena alat tersebut jatuh kedasar laut, pertama Syekh Yusuf memanggil MungkinAnda sudah sering mendengar pepatah, โ€œBuku adalah jendela ilmuโ€. Selain itu, Anda mungkin juga sudah pernah mendengar nasehat โ€œTuntutlah ilmu sampai ke liang lahatโ€. Buku, sebagai sumber ilmu, sangat banyak macamnya. Betapapun keras usaha Anda, Anda tidak akan mamu membaca semuanya. Itu tidak perlu. . 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID 1QXfgUAfWFpKkyzxrmYuy7L2wbg0GAr7LinztGHP9mJ2tE4l3Q8Jjw== 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID C7G3bEZNk2MKenOL6JKff8SGYobcs6y47uh237LsZ2_dIHWnxI8F9A== BERIKUT penjelasan tentang 2 status hadits tersebut1. Tuntutlah Ilmu dari Buaian Sampai Liang Lahad ุงุทู„ุจูˆุง ุงู„ุนู„ู… ู…ู† ุงู„ู…ู‡ุฏ ุงู„ู‰ ุงู„ู„ุญุฏSyaikh Abdul Fattah Abu Ghuddah rahimahullah ulama hadits kontemporer, lahir tahun 1336 H dan wafat tahun 1417 H di kitab beliau Qimah az-Zaman inda al-Ulama hal 30 terbitan Maktab al-Mathbuโ€™at al-Islamiyah, cetakan ke-10 menyatakanู‡ุฐุง ุงู„ูƒู„ุงู… ุทู„ุจ ุงู„ุนู„ู… ู…ู† ุงู„ู…ู‡ุฏ ุงู„ู‰ ุงู„ู„ุญุฏ ูˆูŠุญูƒู‰ ุฃูŠุถุง ุจุตูŠุบุฉ ุงุทู„ุจูˆุง ุงู„ุนู„ู… ู…ู† ุงู„ู…ู‡ุฏ ุงู„ู‰ ุงู„ู„ุญุฏ ู„ูŠุณ ุจุญุฏูŠุซ ู†ุจูˆูŠ ุŒ ูˆุฅู†ู…ุง ู‡ูˆ ู…ู† ูƒู„ุงู… ุงู„ู†ุงุณ ุŒ ูู„ุง ุชุฌูˆุฒ ุฅุถุงูุชู‡ ุฅู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูƒู…ุง ูŠุชู†ุงู‚ู„ู‡ ุจุนุถู‡ู… ุŒ ุฅุฐ ู„ุง ูŠู†ุณุจ ุฅู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฅู„ุง ู…ุง ู‚ุงู„ู‡ ุฃูˆ ูุนู„ู‡ ุฃูˆ โ€œPerkataan ini, yaitu menuntut ilmu dari buaian sampai ke liang lahadโ€™, dan disampaikan juga dengan ungkapan tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahadโ€™, bukanlah hadits Nabi. Ia hanyalah perkataan manusia biasa, dan tidak boleh menyandarkannya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian orang. Tidak ada yang boleh dinisbahkan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kecuali perkataan, perbuatan dan persetujuan beliau.โ€Diceritakan juga bahwa Syaikh Ibn Baz rahimahullah dalam sebuah kajian beliau pernah menyatakan status hadits ini, yaitu ู„ูŠุณ ู„ู‡ ุฃุตู„, tidak ada asalnya. saya menemukan cerita ini di dan keduanya diakses pada tanggal 30 Januari 2012Hal yang serupa juga dinyatakan oleh Markaz Fatwa situs Syaikh Abdul Fattah Abu Ghuddah rahimahullah menyatakan bahwa ungkapan ุงุทู„ุจูˆุง ุงู„ุนู„ู… ู…ู† ุงู„ู…ู‡ุฏ ุงู„ู‰ ุงู„ู„ุญุฏ ini maknanya benar, namun yang tidak boleh adalah menisbahkannya kepada Nabi shallallahu alaihi wa Menuntut Ilmu itu Wajib bagi Setiap Muslim dan Muslimah ุทู„ุจ ุงู„ุนู„ู… ูุฑูŠุถุฉ ุนู„ู‰ ูƒู„ ู…ุณู„ู… ูˆู…ุณู„ู…ุฉHadits ุทู„ุจ ุงู„ุนู„ู… ูุฑูŠุถุฉ ุนู„ู‰ ูƒู„ ู…ุณู„ู…, tanpa tambahan ูˆู…ุณู„ู…ุฉ diriwayatkan melalui banyak jalur dan terdapat di banyak kitab, diantaranya dikeluarkan oleh Ibn Majah dalam Sunan-nya1/81, al-Bazzar dalam Musnad-nya1/164 13/240 14/45, ath-Thabrani dalam al-Muโ€™jam ash-Shaghir 1/36 1/58, juga dikeluarkan oleh ath-Thabrani dalam al-Muโ€™jam al-Ausath, al-Muโ€™jam al-Kabir dan Musnad asy-Syamiyin, dikeluarkan juga oleh al-Baihaqi dalam al-Madkhal ila as-Sunan al-Kubra hadits no. 325, 326 dan 329.Ulama berbeda pendapat tentang status hadits ini. Abu Abdirrahman al-Albani rahimahullah dalam kitab Shahih at-Targhib wa at-Tarhib 1/17 dan Shahih wa Dhaโ€™if Sunan Ibn Majah 1/296 menyatakan hadits ini shahih. Dalam kitab Shahih wa Dhaโ€™if Sunan Ibn Majah 1/296, al-Albani mengutip hadits dari Ibn Majahุญุฏุซู†ุง ู‡ุดุงู… ุจู† ุนู…ุงุฑ ุญุฏุซู†ุง ุญูุต ุจู† ุณู„ูŠู…ุงู† ุญุฏุซู†ุง ูƒุซูŠุฑ ุจู† ุดู†ุธูŠุฑ ุนู† ู…ุญู…ุฏ ุงุจู† ุณูŠุฑูŠู† ุนู† ุฃู†ุณ ุจู† ู…ุงู„ูƒ ู‚ุงู„ ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุทู„ุจ ุงู„ุนู„ู… ูุฑูŠุถุฉ ุนู„ู‰ ูƒู„ ู…ุณู„ู… ูˆูˆุงุถุน ุงู„ุนู„ู… ุนู†ุฏ ุบูŠุฑ ุฃู‡ู„ู‡ ูƒู…ู‚ู„ุฏ ุงู„ุฎู†ุงุฒูŠุฑ ุงู„ุฌูˆู‡ุฑ ูˆุงู„ู„ุคู„ุค beliau berkomentar โ€œshahih, tanpa tambahan ูˆูˆุงุถุน ุงู„ุนู„ู… dan seterusnya, tambahan tersebut statusnya dhaโ€™if jiddan.โ€Imam Muhammad ibn Abdirrahman as-Sakhawi rahimahullah dalam kitab beliau al-Maqasid al-Hasanah 1/121 menyatakanุญุฏูŠุซ ุงุทู„ุจูˆุง ุงู„ุนู„ู… ูˆู„ูˆ ุจุงู„ุตูŠู†ุŒ ูุฅู† ุทู„ุจ ุงู„ุนู„ู… ูุฑูŠุถุฉ ุนู„ู‰ ูƒู„ ู…ุณู„ู…ุŒ ุงู„ุจูŠู‡ู‚ูŠ ููŠ ุงู„ุดุนุจุŒ ูˆุงู„ุฎุทูŠุจ ููŠ ุงู„ุฑุญู„ุฉ ูˆุบูŠุฑู‡ุงุŒ ูˆุงุจู† ุนุจุฏ ุงู„ุจุฑ ููŠ ุฌุงู…ุน ุงู„ุนู„ู…ุŒ ูˆุงู„ุฏูŠู„ู…ูŠุŒ ูƒู„ู‡ู… ู…ู† ุญุฏูŠุซ ุฃุจูŠ ุนุงุชูƒุฉ ุทุฑูŠู ุจู† ุณู„ู…ุงู†ุŒ ูˆุงุจู† ุนุจุฏ ุงู„ุจุฑ ูˆุญุฏู‡ ู…ู† ุญุฏูŠุซ ุนุจูŠุฏ ุจู† ู…ุญู…ุฏ ุนู† ุงุจู† ุนูŠูŠู†ุฉ ุนู† ุงู„ุฒู‡ุฑูŠ ูƒู„ุงู‡ู…ุง ุนู† ุฃู†ุณ ู…ุฑููˆุนุง ุจู‡ุŒ ูˆู‡ูˆ ุถุนูŠู ู…ู† ุงู„ูˆุฌู‡ูŠู†ุŒ ุจู„ ู‚ุงู„ ุงุจู† ุญุจุงู† ุฅู†ู‡ ุจุงุทู„ ู„ุง ุฃุตู„ ู„ู‡ุŒ ูˆุฐูƒุฑู‡ ุงุจู† ุงู„ุฌูˆุฒูŠ ููŠ ุงู„ู…ูˆุถูˆุนุงุชุŒ ูˆุณุชุฃุชูŠ ุงู„ุฌู…ู„ุฉ ุงู„ุซุงู†ูŠุฉ ููŠ ุงู„ุทุงุก ู…ุนุฒูˆุฉ ู„ุงุจู† ู…ุงุฌู‡ ูˆุบูŠุฑู‡ ู…ุน ุจูŠุงู† โ€œHadits tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri Cina, karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslimโ€™ disebutkan oleh al-Baihaqi dalam asy-Syuโ€™ab, al-Khathib dalam ar-Rihlah dan selainnya, Ibn Abdil Barr di Jami al-Ilm, dan ad-Dailami. Seluruhnya meriwayatkan dari Abi Atikah Tharib ibn Salman, dan Ibn Abdil Barr sendiri meriwayatkan dari Ubaid ibn Muhammad dari Ibn Uyainah dan az-Zuhri. Keduanya dari Anas secara marfuโ€™. Dan ia dhaโ€™if dari dua sisi. Bahkan Ibn Hibban berkata sesungguhnya ia batil, tidak ada asalnyaโ€™. Dan ibn al-Jauzi juga menyebutkannya dalam al-Maudhuโ€™at. Dan nanti akan ada lagi di pembahasan huruf thaโ€™, dinisbahkan kepada Ibn Majah dan selainnya beserta penjelasan hukumnya.โ€Dalam kitab yang sama 1/440, as-Sakhawi menyatakanุญุฏูŠุซ ุทู„ุจ ุงู„ุนู„ู… ูุฑูŠุถุฉ ุนู„ู‰ ูƒู„ ู…ุณู„ู…ุŒ ุงุจู† ู…ุงุฌู‡ ููŠ ุณู†ู†ู‡ุŒ ูˆุงุจู† ุนุจุฏ ุงู„ุจุฑ ููŠ ุงู„ุนู„ู… ู„ู‡ ู…ู† ุญุฏูŠุซ ุญูุต ุจู† ุณู„ูŠู…ุงู† ุนู† ูƒุซูŠุฑ ุจู† ุดู†ุธูŠุฑุŒ ุนู† ู…ุญู…ุฏ ุจู† ุณูŠุฑูŠู† ุนู† ุฃู†ุณ ุจู‡ ู…ุฑููˆุนุง ุจุฒูŠุงุฏุฉ ูˆูˆุงุถุน ุงู„ุนู„ู… ุนู†ุฏ ุบูŠุฑ ุฃู‡ู„ู‡ ูƒู…ู‚ู„ุฏ ุงู„ุฎู†ุงุฒูŠุฑ ุงู„ุฌูˆู‡ุฑ ูˆุงู„ู„ุคู„ุค ูˆุงู„ุฐู‡ุจุŒ ูˆุญูุต ุถุนูŠู ุฌุฏุงุŒ ุจู„ ุงุชู‡ู…ู‡ ุจุนุถู‡ู… ุจุงู„ูƒุฐุจ โ€œHadits menuntut ilmu wajib atas setiap muslimโ€™ disebutkan oleh Ibn Majah di Sunan-nya, Ibn Abdil Barr dalam al-Ilm dari hadits Hafsh ibn Sulaiman, dari Katsir ibn Syinzir, dari Muhammad ibn Sirin, dari Anas secara marfuโ€™, dengan tambahan ูˆูˆุงุถุน ุงู„ุนู„ู… ุนู†ุฏ ุบูŠุฑ ุฃู‡ู„ู‡ ูƒู…ู‚ู„ุฏ ุงู„ุฎู†ุงุฒูŠุฑ ุงู„ุฌูˆู‡ุฑ ูˆุงู„ู„ุคู„ุค ูˆุงู„ุฐู‡ุจ. Dan Hafsh dhaโ€™if jiddan, bahkan dituduh berdusta dan memalsukan hadits.โ€As-Sakhawi 1/140 menjelaskan cukup panjang tentang hadits ini, bahwa ia juga diriwayatkan dari beberapa jalur lain, namun sebagian ulama mengatakan bahwa semua riwayat tersebut mengandung cacat, tidak bisa dijadikan hujjah. Hal ini misalnya disampaikan oleh Ibn Abdil Barr dan al-Bazzar sebagaimana dikutip oleh untuk tambahan kata ูˆู…ุณู„ู…ุฉ, as-Sakhawi mengatakan bahwa tambahan tersebut tidak pernah disebutkan dalam jalur-jalur periwayatan yang disimpulkan, kata ูˆู…ุณู„ู…ุฉ hanya tambahan dalam hadits yang tidak ada asalnya. Sedangkan hadits ุทู„ุจ ุงู„ุนู„ู… ูุฑูŠุถุฉ ุนู„ู‰ ูƒู„ ู…ุณู„ู… tanpa tambahan ูˆู…ุณู„ู…ุฉ diperselisihkan ulama keshahihannya. []Wallahu aโ€™lam bish shawwab. Edit Mencari ilmu Cabang iman 17-20, disebutkan dalam bait syair ูˆูŽุงุทู’ู„ูุจู’ ู„ูุนูู„ู’ู…ู ุซูู…ู‘ูŽ ู„ูŽู‚ู‘ูู€ู†ู’ู‡ู ุงู„ู’ูˆูŽุฑูŽู‰ * ุนูŽุธู‘ูู…ู’ ูƒูŽู„ุงูŽู…ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุจู‘ู ูˆูŽุงุทู’ู‡ูุฑ ุชูุนู’ุตูŽู…ู Carilah ilmu, ajarkan kepada manusia; agungkanlah kalam Tuhanmu dan bersucilah, pasti engkau terjaga dari bencana. IndeksMencari ilmu Menyebarkan ilmu agama Mengagungkan dan menghormati al-Quran Bersuci Mencari ilmu Sabda Rasulullah saw riwayat dari Abdullah bin Mas'ud ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุนูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุจูŽุงุจู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ู ูŠูŽู†ู’ุชูŽููุนู ุจูู‡ู ููู‰ ุขุฎูุฑูŽุชูู‡ู ูˆูŽุฏูู†ู’ูŠูŽุงู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ู„ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุนูู…ู’ุฑู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุณูŽุจู’ุนูŽุฉูŽ ุขู„ุงูŽูู ุณูŽู†ูŽุฉู ุตููŠูŽุงู…ูŽ ู†ูŽู‡ูŽุงุฑูู‡ูŽุง ูˆูŽู‚ููŠูŽุงู…ูŽ ู„ูŽูŠูŽุงู„ููŠู’ู‡ูŽุง ู…ูŽู‚ู’ุจููˆู’ู„ุงู‹ ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ู…ูŽุฑู’ุฏููˆู’ุฏู Barang siapa yang mempelajari satu bab dari ilmu yang dia dapat memperoleh manfaat dunia akhirat, maka hal itu lebih baik baginya dari pada umur dunia tahun yang dipergunakan puasa pada siang hari dan salat pada malam hari dalam keadaan diterima, tidak ditolak. Dari Mu'adz bin Jabal katanya Rasulullah saw bersabda ุชูŽุนูŽู„ู‘ูŽู…ููˆู’ุง ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ูŽ ููŽุงูู†ู‘ูŽ ุชูŽุนูŽู„ู‘ูู…ูŽู‡ู ูู„ู„ู‡ู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉูŒ ูˆูŽุฏูุฑูŽุงุณูŽุชูŽู‡ู ุชูŽุณู’ุจููŠู’ุญูŒ ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุญู’ุซูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ู ุฌูู‡ูŽุงุฏูŒ ูˆูŽุทูŽู„ูŽุจูŽู‡ู ุนูุจูŽุงุฏูŽุฉูŒ ูˆูŽุชูŽุนู’ู„ููŠู’ู…ูŽู‡ู ุตูŽุฏูŽู‚ูŽุฉูŒ ูˆูŽุจูŽุฐู’ู„ูŽู‡ู ูู„ุงูŽู‡ู’ู„ูู‡ู ู‚ูุฑู’ุจูŽุฉูŒ ูˆูŽุงู„ู’ูููƒู’ุฑูŽ ููู‰ ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ู ูŠูŽุนู’ุฏูู„ู ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ูŽ ูˆูŽู…ูุฐูŽุงูƒูŽุฑูŽุชูŽู‡ู ุชูŽุนู’ุฏูู„ู ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽ Pelajarilah ilmu, sebab mempelajari ilmu karena Allah adalah kebaikan, mendaras ilmu sama dengan bertasbih, membahas ilmu sama dengan berjuang, mencari ilmu adalah ibadah, mengajarkan ilmu adalah sedekah, memberikan ilmu kepada yang memerlukan adalah pendekatan diri kepada Allah, memikirkan ilmu sebanding dengan pahala puasa dan memusyawarahkan ilmu sebanding pahala salat malam. Rasulullah saw bersabda ุงูุทู’ู„ูุจู ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ูŽ ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽูƒูŽ ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ู ุจูŽุญู’ุฑูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู Tuntutlah ilmu, meskipun di antara kamu dan ilmu terbentang lautan api. Sabda Rasulullah saw ุงูุทู’ู„ูุจู ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู‡ู’ุฏู ุงูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽุญู’ุฏู Tuntutlah ilmu sejak dari ayunan sampai ke liang lahat. Mempelajari ilmu adalah wajib setiap saat dan keadaan. Sebagian dari para ulama salaf ulama dahulu berpendapat bahwa ilmu ada empat macam Ilmu untuk membetulkan amalan agama. Ilmu kedokteran untuk menyehatkan badan. Ilmu falak untuk menentukan waktu salat. Ilmu nahwu untuk membetulkan bacaan. Ilmu dapat dihasilkan dengan dua cara Usaha, yaitu ilmu yang dapat diperoleh dengan jalan belajar dan membaca secara terus menerus. Mendengarkan, yaitu belajar dari para ulama dengan mendengarkan permasalahan agama dan dunia. Hal ini tidak dapat berhasil kecuali dengan mencintai para ulama, bergaul dengan mereka, menghadiri majlis-majlis taklim mereka dan meminta penjelasan dari mereka. Orang yang menuntut ilmu wajib berniat dalam usaha menghasilkan ilmu tersebut mencari keridlaan Allah, mencari kebahagiaan akhirat, menghilangkan kebodohan dirinya dan semua orang yang bodoh, menghidupkan agama, mengabadikan agama dengan ilmu, dan mensyukuri kenikmatan akal dan kesehatan badan Ia tak boleh berniat agar manusia menghadap kepadanya, mencari kesenangan dunia dan kemuliaan di depan pejabat dsb. Menyebarkan ilmu agama Nabi Muhammad saw bersabda ู„ููŠูุจูŽู„ู‘ูุบู ุงู„ุดู‘ูŽุงู‡ูุฏู ู…ูู†ู’ูƒูู…ู ุงู„ู’ุบูŽุงุฆูุจูŽ Hendaklah orang yang hadir di antara kamu sekalian menyampaikan kepada orang yang tidak hadir. Wajib bagi seseorang yang mendengarkan untuk menyampaikan segala sesuatu yang didengarkan kepada orang yang tidak hadir. Hadits ini ditujukan kepada para sahabat dan orang-orang sesudah mereka sampai hari kiamat. Jadi wajib bagi seseorang yang memiliki ahli ilmu untuk bertabligh. Setiap orang yang mengetahui satu masalah adalah ahli ilmu dalam masalah tersebut. Setiap orang awam yang mengetahui syarat salat, wajib mengajarkan kepada orang lain. Jika ia tidak mau mengajarkan, maka ia bersekutu dalam dosa dengan orang yang belum mengetahuinya. Pada setiap masjid dan tempat wajib ada seorang ahli agama yang mengajar kepada manusia dan memberikan pemahaman kepada mereka mengenai masalah-masalah agama. Demikian juga halnya di setiap desa. Setiap ahli agama setelah selesai melaksanakan fardlu 'ain, yaitu mengajar di daerahnya sendiri, melakukan fardlu kifayah, yaitu keluar ke daerah yang berdekatan dengan daerahnya, untuk mengajarkan agama dan kewajiban syariat kepada penduduk desa tersebut. Ahli agama tersebut wajib membawa bekal untuk dimakan sendiri, dan tidak boleh ikut makan makanan orang yang diajar. Jika sudah ada salah seorang yang menunaikan kewajiban ini, maka gugurlah dosa dari para ahli ilmu yang lain. Jika tidak ada sama sekali orang yang menunaikan kewajiban ini, maka dosanya akan menimpa semua orang. Orang yang alim berdosa karena keteledorannya tidak mau pergi ke daerah tersebut; sedangkan orang yang bodoh berdosa karena keteledorannya dalam meninggalkan menuntut ilmu. Ini adalah pendapat Syeikh Ahmad as-Suhaimi yang dinukil oleh Imam al-Ghozali. Ada 3 tanda bagi orang alim yang ingin mencari kebahagiaan akhirat Ia tidak mencari kesenangan dunia dengan ilmunya. Kesibukannya dalam ilmu dimaksudkan untuk mendapatkan kebahagiaan akhirat, sehingga ia memperhatikan ilmu yang dapat dipergunakan untuk memperbaiki batin dan hatinya. Ia menyandarkan ilmunya pada taklid mengikuti kepada Pemilik Syariat, Nabi Muhammad saw, dalam ucapan dan perbuatannya. Tanda orang yang tidak mencari kesenangan dunia dengan ilmunya ada lima Ucapannya tidak menyalahi perbuatannya, sehingga ia menjadi orang yang pertama kali melakukan perintah dan meninggalkan larangan. Ia memperhatikan ilmu menurut kadar kemampuannya, dan senang kepada ketaatan serta menjauhi ilmu yang memperbanyak perdebatan. Ia menjauhi kemewahan dalam makanan, tempat tinggal, perkakas rumah tangga dan pakaian. Ia menahan diri dari mempergauli para pejabat, kecuali untuk memberi nasihat kepadanya atau untuk menolak kedlaliman, atau untuk memberikan pertolongan dalam hal yang diridlai oleh Allah Ta'ala. Ia tidak cepat-cepat memberikan fatwa kepada orang yang bertanya, tetapi mengatakan "Tanyakan kepada orang yang ahli memberi fatwa!", karena kehati-hatiannya. Ia mencegah diri dari berijtihad dalam sesuatu masalah, jika masalah tersebut tidak jelas bagi dirinya. Bahkan ia mengatakan "Saya tidak tahu!" apabila ijtihad tersebut tidak mudah baginya. Mengagungkan dan menghormati al-Quran Mengagungkan dan menghormati Al-Quran harus dilakukan dengan jalan Membacanya dalam keadaan suci. Tidak menyentuhnya kecuali dalam keadaan suci. Bersikat gigi pada waktu ingin membacanya. Duduk dengan lurus dan tidak boleh bertelekan pada waktu membaca al-Quran selain dalam salat. Memakai pakaian yang bagus, karena orang yang membaca al-Quran pada hakekatnya beraudiensi dengan Tuhannya. Menghadap kiblat pada waktu membaca al-Quran. Berkumur setiap kali berdahak. Berhenti membaca al-Quran pada waktu menguap angop = Jw. Membaca al-Quran dengan serius bersungguh-sungguh dan tartil. Membaca setiap huruf dengan benar. Tidak meninggalkan al-Quran dalam keadaan terbuka pada waktu meletakkannya. Tidak meletakkan sesuatu di atas al-Quran, sehingga mushaf al-Quran selamanya berada di atas segalanya. Meletakkan mushaf Al-Quran di pangkuannya atau di atas sesuatu di mukanya dan jangan meletakkannya di atas lantai ketika membacanya. Tidak menghapus tulisan al-Quran dengan ludah, tetapi harus dengan air. Tidak mempergunakan mushaf yang telah rusak dan kertasnya telah rapuh, agar mushaf tetap utuh dan tidak menyia-nyiakannya. Tidak membaca al-Quran di pasar, tempat keramaian, dan tempat pertemuan orang-orang bodoh. Tidak membuang basuhan tulisan al-Quran untuk berobat di tempat sampah, tempat najis, atau tempat yang diinjak-injak, tetapi harus dibuang di tempat yang tidak diinjak oleh orang, atau menggali lubang di tempat yang suci dan menyiram badannya di lubang tersebut, lalu lubang tersebut ditutup kembali, atau menyiram badannya di sungai yang besar, sehingga airnya mengalir bercampur dengan air sungai. Menyebut nama Allah membaca basmalah pada waktu menulis al-Quran atau meminum tulisan al-Quran dan mengagungkan niat dalam hal tersebut, karena Allah akan memberinya menurut kadar niatnya. Bersuci Dalam al-Quran surat al-Maidah ayat 6 Allah swt berfirman ูŠูŽุข ุงูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆู’ุง ุงูุฐูŽุง ู‚ูู…ู’ุชูู…ู’ ุงูู„ูŽู‰ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ููŽุงุบู’ุณูู„ููˆู’ุง ูˆูุฌููˆู’ู‡ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุงูŽูŠู’ุฏููŠูŽูƒูู…ู’ ุงูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุฑูŽุงููู‚ู ูˆูŽุงู…ู’ุณูŽุญููˆู’ุง ุจูุฑูุคููˆู’ุณููƒูู…ู’ ูˆูŽุงูŽุฑู’ุฌูู„ูŽูƒูู…ู’ ุงูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ูƒูŽุนู’ุจูŽูŠู’ู†ู ูˆูŽุงูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุฌูู†ูุจู‹ุง ููŽุงุทู‘ูŽู‡ู‘ูŽุฑููˆู’ุง ูˆูŽุงูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ู…ูŽุฑู’ุถูŽู‰ ุงูŽูˆู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽููŽุฑู ุงูŽูˆู’ ุฌูŽุงุกูŽ ุงูŽุญูŽุฏูŒ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุบูŽุงุฆูุทู ุงูŽูˆู’ ู„ุงูŽู…ูŽุณู’ุชูู…ู ุงู„ู†ู‘ูุณูŽุขุกูŽ ููŽู„ูŽู…ู’ ุชูŽุฌูุฏููˆู’ุง ู…ูŽุขุกู‹ ููŽุชูŽูŠูŽู…ู‘ูŽู…ููˆู’ุง ุตูŽุนููŠู’ุฏู‹ุง ุทูŽูŠู‘ูุจู‹ุง ููŽุงู…ู’ุณูŽุญููˆู’ุง ุจููˆูุฌููˆู’ู‡ููƒูู…ู’ ูˆูŽุงูŽูŠู’ุฏููŠู’ูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ู‡ู ู…ูŽุง ูŠูุฑููŠู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ู‡ู ู„ููŠูŽุฌู’ุนูŽู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุญูŽุฑูŽุฌู ูˆูŽู„ูƒูู†ู’ ูŠูุฑููŠู’ุฏู ู„ููŠูุทูŽู‡ู‘ูุฑูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ููŠูุชูู…ู‘ูŽ ู†ูุนู’ู…ูŽุชูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุดู’ูƒูุฑููˆู’ู†ูŽ Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan basuhlah kakimu sampai dengan mata kaki. Jika kamu junub, mandilah. Jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air WC atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik bersih; sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia ingin membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. Rasulullah saw bersabda ุงูŽู„ุทู‘ูู‡ููˆู’ุฑู ุดูŽุทู’ุฑู ุงู„ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ู Bersuci itu separuh dari iman. Menurut Syeikh Suhaimi hadits ini berarti bahwa berwudlu lahir batin dilihat dari pahalanya adalah separoh dari iman. Syeikh Hatim al-Asham berkata kepada 'Ashim bin Yusuf "Apabila waktu salat telah datang, berwudlulah engkau dengan dua wudlu, yaitu wudlu lahir dan batin!" 'Ashim bin Yusuf berkata "Bagaimana wudlu tersebut?" Syeikh Hatim al-Asham berkata "Wudlu lahir sudah engkau ketahui. Sedangkan wudlu batin ialah dengan bertaubat, menyesali perbuatan dosa, meninggalkan perasaan dendam, menipu, keragu-raguan, kesombongan, dan meninggalkan kesenangan kepada penampilan dunia, pujian manusia, dan politik praktis. Sahabat 'Umar bin Khattab berkata "Wudlu yang bagus dapat menolak kejahatan syaithan dari Anda".

carilah ilmu sampai ke liang lahat